1.1 Momentum

Untuk memahami pengertian momentum itu, amati percobaan sederhana sebagai berikut. Coba ambillah dua buah batu A dan batu B yang masanya tidak sama, masa A lebih besar dari masa B. Jatuhkan dua buah batu tersebut dari ketinggian yang sama di atas pasir. Perhatikan bekasnya saat benda jatuh di permukaan pasir. Mana yang bekasnya lebih dalam? Tentu benda A yang lebih dalam lebih dalam. Dikatakan bahwa batu A dengan masa lebih besar mempunyai momentum yang lebih besar dibanding dengan batu B.

Selanjutnya ambil kembali batu B, dan lempar ke pasir (diberi kecepatan awal) dari ketinggian yang sama dengan sebelumnya, tentu bekasnya akan lebih dalam dibanding dengn batu B yang hanya dijatuhkan saja sepert sebelumnya (tanpa kecepatan awal). Dalam hal ini dikatakan bahwa momentum batu B yang dilempar adalah lebih besar dari pada yang hanya dijatuhkan saja. Berdasarkan dua percobaan sederhana tersebut dapat disimpulkan bahwa momentum suatu benda tergantung pada masa dan kecepatan suatu benda.  

Setiap benda yang bergerak mempunyai momentum. Momentum linear atau biasa disingkat momentum dari sebuah benda tergantung pada masa dan kecepatan benda. Dengan demikian, momentum dapat didefinisikan sebagai hasil kali massa dan kecepatannya. Momentum merupakan hasil kali massa dg kecepatan. Semakin besar m dan v, maka semakin besar momentum-nya. Sebaliknya, semakin besar momentum suatu benda, maka semakin sukar benda tersebut unutk dihentikan.

Momentum dalam fisika merupakan ukuran kesukaran dalam memberhentikan suatu benda yang bergerak. Oleh karena itu, momentum  erat hubungannya dengan massa dan kecepatan.

Jika ditentukan m menyatakan masa sebuah benda dan v kecepatan benda tersebut, maka besarnya momentom p dari sebuah benda tersebut adalah:

p = m v .........................                                       (1.1)

dengan

p : besarnya momentum (kg.m/s)

m : massa (kg)

v : besarnya kecepatan (m/s)

 

Satuan SI untuk masa m adalah kg, dan untuk kecepatan v adalah ms-1, sehingga sesuai dengan persamaan 1.1, maka satuan momentum bisa dicari dari satuan penyusunnya, yaitu satuan masa  satuan kecepatan = kg x ms-1.  Dengan demikian, satuan momentum dalam SI adalah kg ms-1. Kecepatan merupakan besaran vektor dan m besaran skalar, maka momentum dapat dinyatakan sebagai vektor dengan arah sama dengan arah kecepatan v, dan secara vektor dapat ditulis sebagai:

= m                                                                  (2.2)

 

Momentum  adalah besaran vektor, dengan demikian penjumlahan dua momentum mengikuti aturan penjumlahan vektor, serta momentum  mempunyai besar dan arah tertentu.

Semakin besar massa suatu benda, maka semakin besar momentumnya, dan semakin cepat gerak suatu benda, maka semakin besar pula momentumnya.