Pada Gambar 3.3, dua pengeras suara koheren, A dan B, di pisahkan pada jarak 3,60 m. Seorang pendengar berada sejauh 2,70 m dari pengeras suara B. Segitiga ABC adalah segitiga siku-siku. Kedua pengeras suara mengeluarkan bunyi frekuenasi sama 95 Hz, dan cepat rambat bunyi di udara adalah 342 m/s. Apakah pendengar mendengar bunyi kuat atau sama sekali tidak mendengar bunyi?

Gambar 3.3 interferensi kontruktif atau destruktif

Pembahasan:

Pendengar mendengar bunyi kuat atau sama sekali tak mendengar bunyi di C bergantung apakah di C terjadi interferensi konstruktif atau destruktif. Interferensi konstruktif atau destruktif ditentukan oleh hubungan beda lintasan ?s = AC BC terhadap panjang gelombang bunyi ?.

Jawab:

Perhatikan segitiga siku-siku ABC pada gambar 3.3:

AC2 = AB2 + BC2

= 3,602 + 2,702 = (4 0,9)2 + (3 0,9)2

AC = 0,9 = 0,9(5) = 4,5m

Beda lintasan kedua gelombang bunyi yang bertemu di C adalah

?s = AC BC = 4,5 m 2,70 m = 1,80 m

Sekarang mari kita hitung panjag gelombang bunyi, ?, dengan persamaan dasar gelombang.

v = ?f ? ? = 3,60 m

Perhatikan, ?s = 1,80 m =

?s =

Karena ?s = , maka di C terjadi interferensi konstruktif dan pendengar akan mendengar bunyi yang kuat.

Pada Gambar 3.3, dua pengeras suara koheren, A dan B, di pisahkan pada jarak 3,60 m. Seorang pendengar berada sejauh 2,70 m dari pengeras suara B. Segitiga ABC adalah segitiga siku-siku. Kedua pengeras suara mengeluarkan bunyi frekuenasi sama 95 Hz, dan cepat rambat bunyi di udara adalah 342 m/s. Apakah pendengar mendengar bunyi kuat atau sama sekali tidak mendengar bunyi?

Gambar 3.3 interferensi kontruktif atau destruktif

Pembahasan:

Pendengar mendengar bunyi kuat atau sama sekali tak mendengar bunyi di C bergantung apakah di C terjadi interferensi konstruktif atau destruktif. Interferensi konstruktif atau destruktif ditentukan oleh hubungan beda lintasan Ds = AC BC terhadap panjang gelombang bunyi l.

Jawab:

Perhatikan segitiga siku-siku ABC pada gambar 3.3:

AC2 = AB2 + BC2

= 3,602 + 2,702 = (4 0,9)2 + (3 0,9)2

AC = 0,9 = 0,9(5) = 4,5m

Beda lintasan kedua gelombang bunyi yang bertemu di C adalah

Ds = AC BC = 4,5 m 2,70 m = 1,80 m

Sekarang mari kita hitung panjag gelombang bunyi, l, dengan persamaan dasar gelombang.

v = lf l = 3,60 m

Perhatikan, Ds = 1,80 m =

Ds =

Karena Ds = , maka di C terjadi interferensi konstruktif dan pendengar akan mendengar bunyi yang kuat.