Salah satu cara untuk menghasilkan gelombang berjalan sinus pada seutas kawat panjang ditunjukkan pada Gambar 1.9. Salah satu ujung kawat diikat pada tangkai. Ketika digetarkan harmonik naik turun, getaran tersebut merambat kekanan sepanjang kawat, menghasilkan gelombang berjalan sinus.

Gambar 1.9 menunjukkan gambar gelombang tiap selang waktu seperempat periode ((1/4)T).

Tampak bahwa setiap partikel kawat, misal titik P, juga bergetar harmonik naik turun pada sumbu Y.  Misal, titik P, juga bergetar harmonik, maka titik P juga memiliki kecepatan dan percepatan. Kecepatan dan percepatan dapat dihitung dengan cara turunan (diferensial).

 

Gambar 1.9. Pada saat kawat bergetar harmonik bersama dengan tangkai, maka setiap  partikel kawat, misal P, juga bergetar harmonik.

Kecepatan partikel di titik P adalah turunan pertama simpangan di titik P terhadap waktu.

 

 

....................................1.7

 

Percepatan partikel di titik P adalah turunan pertama di titik P terhadap waktu.

 

 

 

...................1.8