Jika dua buah bunyi yang bertemu di suatu titik mempunyai amplitudo yang sama, namun frekuensinya sedikit berbeda, maka akan menghasilkan bunyi yang kuat dan lemah secara berulang dengan frekuensi tertentu. Hal ini dikenal sebagai pelayangan bunyi.

Besar frekuensi layangan :

(3.19)

Jumlah bunyi layangannya :

(3.20)

Frekuensi sumber bunyi 1 dan 2 dinyatakan sebagai f1 dan f2.